Oleh: Dr. Tjahjo Suprajogo, MSi* * Yayasan Qolbun Salim, Dosen IIP Kemendagri, anggota KIPMI (Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia). Ditulis tanggal 12-16 Januari 2019/5-10 Jumadilawal 1440 H untuk disajikan dalam Diskusi Bulanan Sesi ke-1 “Studi Islam dan Ilmu Pengetahuan” yang diselenggarakan oleh Center for Islamic Studies and Sciences (CISS)/PusatSelengkapnya…

Ucapan ‘insyaallah’ sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun masih sedikit yang memahami bagaimana penggunaan kata ‘insyaallah’ dengan tepat dan bertanggung jawab. Semoga tulisan ringkas ini bisa memberikan faedah. Asalnya diucapkan untuk perbuatan yang akan dilakukan di masa mendatang Perkataan ‘insyaallah’ pada asalnya digunakan untuk perbuatan yang akan di lakukan di masa mendatang.Selengkapnya…

Wabah Covid-19 yang datang tiba-tiba ini mengejutkan semua pihak, baik pemerintah, pengusaha, sampai ke rakyat biasa. Semua pihak berusaha memikirkan bagaimana respon terbaik dalam menghadapi wabah ini, sampai-sampai pemerintah mengumumkan untuk melakukan physical/social distancing secara meluas dan serius. Seluruh pihak harus semaksimal mungkin menjalankan arahan ini karena disamping kita harus taatSelengkapnya…

Sejak awal tahun 2020 ini, seluruh dunia berduka. Setiap hari korban wabah COVID-19 terus berjatuhan. Ekonomi semakin memburuk dan kita semua belum tahu kapan wabah akan berakhir. Namun, kita tidak boleh menyerah. Optimisme harus selalu ditumbuhkan. Selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan. Sebagaimana telah Allah sampaikan dalam surah Al-Insyirah,Selengkapnya…

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bapak Presiden yang terhormat, Perkenalkan sebelumnya, kami Komunitas Ilmuwan Dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) yang berdomisili di Yogyakarta. Kami terdiri dari kumpulan ilmuwan, peneliti, dosen, praktisi dan profesional muslim di seluruh Indonesia (struktur anggota terlampir). Bapak Presiden yang terhormat, Memperhatikan kondisi penyebaran wabah COVID-19 yang semakin meluas ke seluruh Indonesia,Selengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 9): Menyadur Disertasi Lain, Tanpa Mereferensinya *Artikel ini merupakan artikel berseri yang ditulis oleh anggota KIPMI Memang sah-sah saja bagi sebuah karya ilmiah untuk menyadur karya ilmiah lainnya baik untuk mendukung ataupun mematahkan sebuah argumen. Tapi sebagai wujud amanah ilmiah, saduran yang disampaikanSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 8): Copy-paste Website Suduthukum.com *Artikel ini merupakan artikel berseri yang ditulis oleh anggota KIPMI Pada halaman 128 dalam naskah disertasinya di bagian “Karya Muhammad Syahrur”, Abdul Aziz menuliskan, “Beberapa kegiatan yang menyita perhatiannya sebagai pengajar pada Fakultas Teknik Universitas Damaskus tidak menyurutkan semangatnya untuk berkarya dalamSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 7): Dugaan Penipuan Daftar Pustaka *Artikel ini merupakan artikel berseri yang ditulis oleh anggota KIPMI Pada halaman 127 naskah disertasinya, Abdul Aziz menuliskan, “Tawaran hermeneutika Abou el Fadl yang digagas dari paradigma hukum Islam dalam konstruksinya tentang hermeneutika tidak hanya aplikatif dalam penafsiranSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 6) Kecurangan Plagiat Mengutip bulat-bulat tanpa menyebutkan rujukan kutipan yang asli cukup banyak didapati dalam disertasi Abdul Aziz ini. Di antaranya nampak misalnya pada halaman 68, dimana penulis mencomot tulisan yang bersumber dari situs www.muslim.or.id (Simak: https://muslim.or.id/8903-islam-kejam-membolehkan-perbudakan.html). Penulis menyalin perkataan Syekh Ali Bassam dari situsSelengkapnya…