Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 4) Penggunaan Istilah yang Tidak Baku, Bermakna Bias dan Subyektif Dalam Dunia Akademik Beberapa catatan mengenai penggunaan istilah dalam disertasi Abdul Aziz, diantaranya adalah beberapa istilah berikut. Pertama, istilah “ulama tradisionalis” (hal.1, kadang diistilahkan “ulama tradisionalis konservatif”). Istilah ini tidak baku dan bias, apa lawannyaSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 3) Alasan Pemilihan Tema Abdul Aziz mengatakan pada halaman 3 disertasinya, “Alasan penulis memilih tema milk al-yamīn Muḥammad Syaḥrūr sebagai fokus kajian disertasi ini adalah didasarkan pada pertimbangan bahwa Syaḥrūr merupakan satu-satunya pembaharu di era kotemporer yang dengan konsep milk al-yamīn-nya dapatSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 2): Novelty (Kebaruan) Disertasi Sulit menjustifikasi tema ini memiliki novelty atau kebaruan. Karena topik yang diangkat bukan hanya tidak memiliki landasan dan referensi yang kredibel, tapi melawan fundamental yang menjadi dasar satu keilmuan, dalam hal ini ilmu Islam. Gambarannya seperti dalam ilmuSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 1) Pemilihan Judul Disertasi Dalam catatan kaki no. 43 dikatakan: “Anak judul “Keabsahan Hubungan Seksual non Marital” ini awalnya merupakan usulan dari Moch Nur Ichwan saat menjadi Ketua Sidang dalam Ujian Pendahuluan Disertasi penulis pada tanggal 31 Maret 2017. Setelah penulis diskusikanSelengkapnya…

Oleh Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA. Yogyakarta – Acara diskusi ilmiah yang dilaksanakan oleh Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) kembali diselenggarakan. Acara diskusi ini bernama KIPMI Talk #2. Kegiatan ini adalah kegiatan diskusi ilmiah kedua yang diselenggarakan oleh KIPMI. KIPMI Talk #2 dilaksanakan pada tanggal 6Selengkapnya…

Seorang peneliti, baik itu yang sudah bekerja maupun yang masih berstatus mahasiswa, memiliki kewajiban mendasar untuk memublikasikan hasil penelitiannya dalam suatu makalah ilmiah (“paper“). Makalah ilmiah adalah bagian paling sentral dari proses penelitian. Jika penelitian kita tidak menghasilkan makalah ilmiah, bolehlah dikatakan bahwa penelitian kita itu belum selesai atau bahkanSelengkapnya…

Sebagian orang beranggapan bahwa apapun yang berasal dari alam pasti aman dikonsumsi manusia. “Alami” selalu dikonotasikan dengan “bebas bahan kimia”, sehingga diklaim pasti aman dan bermanfaat untuk kesehatan manusia. Akibatnya, hal ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mempromosikan obat-obatan berbasis herbal dengan mengklaim bahwa produknya tersebut aman bagi manusia. DuaSelengkapnya…

“Tulis apa yang anda kerjakan dan kerjakan apa yang anda tulis”. Di atas adalah sebuah kalimat singkat dari makna standardisasi, kerja dan kinerja. Sebuah kalimat yang sangat mempengaruhi kualitas sebuah produk/jasa dari sebuah organisasi yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan, kualitas produk/jasa, efektifitas kinerja, dan lain-lain. Sistem Manajemen Mutu (SMM) adalahSelengkapnya…

Sebagaimana yang kita ketahui, hukum mempelajari ilmu agama (ilmu syar’i) adalah kewajiban atas setiap muslim (fardhu ‘ain). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ ”Menuntut ilmu (agama) itu wajib atas setiap muslim.”  (HR. Ibnu Majah No. 224. Dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani) Ilmu syar’i adalahSelengkapnya…

Seringkali dijumpai di masyarakat luas adanya rumus perbandingan sederhana dalam menyusun campuran beton seperti 1:2:3 atau perbandingan volume 1 semen, 2 pasir, dan 3 aggregat. Rumus ini tentu mempermudah penghitungan campuran beton. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah berapa jumlah air yang harus ditambahkan? Jawabannya tentu secukupnya, tidak terlalu encer danSelengkapnya…