Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bapak Presiden yang terhormat, Perkenalkan sebelumnya, kami Komunitas Ilmuwan Dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) yang berdomisili di Yogyakarta. Kami terdiri dari kumpulan ilmuwan, peneliti, dosen, praktisi dan profesional muslim di seluruh Indonesia (struktur anggota terlampir). Bapak Presiden yang terhormat, Memperhatikan kondisi penyebaran wabah COVID-19 yang semakin meluas ke seluruh Indonesia,Selengkapnya…

KIPMI TALK 3 Membangun Profesionalisme di Dunia Kerja Yogyakarta – Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) kembali menyelenggarakan acara diskusi ilmiah yang diselenggarakan pada bulan juli 2019 di Masjid Pogung Raya Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara diskusi ilmiah ini rutin kita laksanakan pada setiap bulannya. Bagi yang sudah rutinSelengkapnya…

Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) telah menyelenggarakan kembali Workshop pelatihan ke 6 yang bertempat di Hotel MM UGM Yogyakarta. Pelatihan tersebut berlangsung selama 1 hari, mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 21.00 WIB.   Pada workshop pelatihan kali ini KIPMI memberikan 3 paket pelatihan.Paket pertama, penulisan proposal hibah danSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 9): Menyadur Disertasi Lain, Tanpa Mereferensinya *Artikel ini merupakan artikel berseri yang ditulis oleh anggota KIPMI Memang sah-sah saja bagi sebuah karya ilmiah untuk menyadur karya ilmiah lainnya baik untuk mendukung ataupun mematahkan sebuah argumen. Tapi sebagai wujud amanah ilmiah, saduran yang disampaikanSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 8): Copy-paste Website Suduthukum.com *Artikel ini merupakan artikel berseri yang ditulis oleh anggota KIPMI Pada halaman 128 dalam naskah disertasinya di bagian “Karya Muhammad Syahrur”, Abdul Aziz menuliskan, “Beberapa kegiatan yang menyita perhatiannya sebagai pengajar pada Fakultas Teknik Universitas Damaskus tidak menyurutkan semangatnya untuk berkarya dalamSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 7): Dugaan Penipuan Daftar Pustaka *Artikel ini merupakan artikel berseri yang ditulis oleh anggota KIPMI Pada halaman 127 naskah disertasinya, Abdul Aziz menuliskan, “Tawaran hermeneutika Abou el Fadl yang digagas dari paradigma hukum Islam dalam konstruksinya tentang hermeneutika tidak hanya aplikatif dalam penafsiranSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 6) Kecurangan Plagiat Mengutip bulat-bulat tanpa menyebutkan rujukan kutipan yang asli cukup banyak didapati dalam disertasi Abdul Aziz ini. Di antaranya nampak misalnya pada halaman 68, dimana penulis mencomot tulisan yang bersumber dari situs www.muslim.or.id (Simak: https://muslim.or.id/8903-islam-kejam-membolehkan-perbudakan.html). Penulis menyalin perkataan Syekh Ali Bassam dari situsSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 5) Referensi & Kutipan yang Tidak Kredibel Referensi Tidak Bermutu Abdul Aziz cukup banyak mengutip dari tulisan internet, seperti blog, Youtube atau kanal-kanal sosial media seperti Facebook. Untuk ranah ilmiah sekelas disertasi, kutipan dari sumber tersier seperti ini harus sangat dibatasi, karena sumberSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 4) Penggunaan Istilah yang Tidak Baku, Bermakna Bias dan Subyektif Dalam Dunia Akademik Beberapa catatan mengenai penggunaan istilah dalam disertasi Abdul Aziz, diantaranya adalah beberapa istilah berikut. Pertama, istilah “ulama tradisionalis” (hal.1, kadang diistilahkan “ulama tradisionalis konservatif”). Istilah ini tidak baku dan bias, apa lawannyaSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 3) Alasan Pemilihan Tema Abdul Aziz mengatakan pada halaman 3 disertasinya, “Alasan penulis memilih tema milk al-yamīn Muḥammad Syaḥrūr sebagai fokus kajian disertasi ini adalah didasarkan pada pertimbangan bahwa Syaḥrūr merupakan satu-satunya pembaharu di era kotemporer yang dengan konsep milk al-yamīn-nya dapatSelengkapnya…