Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 7): Dugaan Penipuan Daftar Pustaka *Artikel ini merupakan artikel berseri yang ditulis oleh anggota KIPMI Pada halaman 127 naskah disertasinya, Abdul Aziz menuliskan, “Tawaran hermeneutika Abou el Fadl yang digagas dari paradigma hukum Islam dalam konstruksinya tentang hermeneutika tidak hanya aplikatif dalam penafsiranSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 6) Kecurangan Plagiat Mengutip bulat-bulat tanpa menyebutkan rujukan kutipan yang asli cukup banyak didapati dalam disertasi Abdul Aziz ini. Di antaranya nampak misalnya pada halaman 68, dimana penulis mencomot tulisan yang bersumber dari situs www.muslim.or.id (Simak: https://muslim.or.id/8903-islam-kejam-membolehkan-perbudakan.html). Penulis menyalin perkataan Syekh Ali Bassam dari situsSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 5) Referensi & Kutipan yang Tidak Kredibel Referensi Tidak Bermutu Abdul Aziz cukup banyak mengutip dari tulisan internet, seperti blog, Youtube atau kanal-kanal sosial media seperti Facebook. Untuk ranah ilmiah sekelas disertasi, kutipan dari sumber tersier seperti ini harus sangat dibatasi, karena sumberSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 4) Penggunaan Istilah yang Tidak Baku, Bermakna Bias dan Subyektif Dalam Dunia Akademik Beberapa catatan mengenai penggunaan istilah dalam disertasi Abdul Aziz, diantaranya adalah beberapa istilah berikut. Pertama, istilah “ulama tradisionalis” (hal.1, kadang diistilahkan “ulama tradisionalis konservatif”). Istilah ini tidak baku dan bias, apa lawannyaSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 3) Alasan Pemilihan Tema Abdul Aziz mengatakan pada halaman 3 disertasinya, “Alasan penulis memilih tema milk al-yamīn Muḥammad Syaḥrūr sebagai fokus kajian disertasi ini adalah didasarkan pada pertimbangan bahwa Syaḥrūr merupakan satu-satunya pembaharu di era kotemporer yang dengan konsep milk al-yamīn-nya dapatSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 2): Novelty (Kebaruan) Disertasi Sulit menjustifikasi tema ini memiliki novelty atau kebaruan. Karena topik yang diangkat bukan hanya tidak memiliki landasan dan referensi yang kredibel, tapi melawan fundamental yang menjadi dasar satu keilmuan, dalam hal ini ilmu Islam. Gambarannya seperti dalam ilmuSelengkapnya…

Catatan Terhadap Disertasi Doktor UIN Abdul Aziz (Bagian 1) Pemilihan Judul Disertasi Dalam catatan kaki no. 43 dikatakan: “Anak judul “Keabsahan Hubungan Seksual non Marital” ini awalnya merupakan usulan dari Moch Nur Ichwan saat menjadi Ketua Sidang dalam Ujian Pendahuluan Disertasi penulis pada tanggal 31 Maret 2017. Setelah penulis diskusikanSelengkapnya…

Oleh Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA. Yogyakarta – Acara diskusi ilmiah yang dilaksanakan oleh Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) kembali diselenggarakan. Acara diskusi ini bernama KIPMI Talk #2. Kegiatan ini adalah kegiatan diskusi ilmiah kedua yang diselenggarakan oleh KIPMI. KIPMI Talk #2 dilaksanakan pada tanggal 6Selengkapnya…

Tuntas sudah perhelatan Musyawarah Nasional Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) pada Sabtu, 06 Juli 2019 yang bertempat di Hotel Gran Dafam Syariah Yogyakarta. Para peserta yang datang, baik dari kota Yogyakarta maupun kota-kota lain dari Pulau Jawa, hingga peserta terjauh dari Saudi Arabia, yakni Ketua KIPMI, Sri DarmaSelengkapnya…

Dewasa ini banyak dari lulusan mahasiswa S1 yang mengeluhkan sulitnya mendapat pekerjaan. Padahal 4 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk dihabiskan menimba ilmu di dunia perkuliahan. Untuk mengantisipasinya perlu diadakan kajian mengenai kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa agar kelak ketika lulus mudah untuk mendapat pekerjaan. Berjalan dari pemikiran tersebut, PesantrenSelengkapnya…