Cara Jitu Mencari Research Gap Dengan Open Knowledge Maps

Ovide Decroly Wisnu Ardhi, S.T., M.Eng.

Gambaran Tentang Research Gap

“A gap is something that remains to be done or learned in an area of research; it’s a gap in the knowledge of the researcher in the field of research, un explored aspect in one’s area of study; that which is still not answered by research; that body of knowledge that may still be lacking, undiscovered, not explored and void or leaving a vacuum which therefore raises certain questions to be answered by yet another research above what is already known concerning a phenomenon.” 

(Robinson, K.A., Saldanha, I.J., & Mckoy, N.A.,2011)

“Kesenjangan adalah sesuatu yang masih harus dilakukan atau dipelajari dalam suatu bidang penelitian; ini adalah kesenjangan pengetahuan peneliti di bidang penelitian, aspek yang belum dieksplorasi di bidang studi seseorang; yang masih belum terjawab oleh penelitian; kumpulan pengetahuan yang mungkin masih kurang, belum ditemukan, tidak dieksplorasi dan kosong atau meninggalkan ruang kosong yang karenanya menimbulkan pertanyaan tertentu untuk dijawab oleh penelitian lain di atas apa yang sudah diketahui tentang suatu fenomena.” (Robinson, K.A., Saldanha, I.J., & Mckoy, N.A., 2011)

Langkah Mudah Menemukan Research Gap

Sebelum memulai sebuah penelitian, tentunya hal yang wajib dilakukan adalah menentukan research gap. Sebagai peneliti baru hal ini tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Berikut adalah saran-saran sederhana bagaimana menemukannya.

  1. Mempelajari  jurnal review 

Cara paling mudah menemukan research gap adalah dengan mencari jurnal model review atau metaanalisis. Di antaranya adalah dengan mencari di mesin pencari dengan kata kunci: “Systematic Literature Review ….” , “Review ….” atau “Survey ….”. Kata kunci tersebut diikuti dengan topik yang akan kita teliti, misalnya “Artificial intelligence in information systems”. Tentunya ini akan memudahkan peneliti karena sudah ada peneliti lain yang telah mengulas jurnal-jurnal dengan topik yang akan diteliti. Selain menggunakan mesin pencari umum kita bisa memanfaatkan alat-alat lain yang lebih spesifik seperti Google Scholar, Scopus, dan Web of Science. Setelah mendapatkan jurnal literature review atau metaanalisis kita bisa mempelajarinya. Paper jenis ini akan memberikan gambaran keseluruhan, tren penelitian, metodologi, dan perkembangan penelitian dari tahun ke tahun. 

  1. Mencari penelitian yang sejenis

Penelitian sejenis akan membantu dalam melihat posisi penelitian yang akan diteliti. Kita bisa mencarinya menggunakan alat-alat yang telah disebutkan sebelumnya. Mirip dengan langkah pertama, peneliti perlu mencari kata kunci yang tepat untuk mencari topik yang relevan. Penelitian-penelitian yang telah didapatkan kemudian bisa diolah dengan melakukan identifikasi menggunakan alat-alat seperti VOSViewer dll. Bahkan kita bisa melakukan mapping dengan membuat kerangka sendiri menggunakan Excel atau Google Sheets.

  1. Perhatikan saran dari penelitian lain

Seorang peneliti tidak akan berhenti pada langkah 1 dan 2 karena perlu menganalisis isi dari artikel yang didapatkan. Cara praktis untuk mendapatkan gambaran research gap adalah membaca dan memahami saran peneliti lain. Biasanya saran untuk penelitian lanjutan disajikan pada bagian akhir artikel ilmiah.

Gambaran Tentang Open Knowledge Maps

Sebelum melangkah lebih jauh menggunakan Open Knowledge Maps, kita akan menukil tujuan pengembangan aplikasi ini dari situs resminya.

“Our goal is to revolutionize discovery of scientific knowledge. We are building a visual interface that dramatically increases the visibility of research findings for science and society alike. We are a charitable non-profit organization and we believe that a better way to explore and discover scientific knowledge will benefit us all.”

Secara garis besar tujuannya adalah untuk merevolusi penemuan ilmiah. Di mana antarmuka visualnya secara dramatis mampu meningkatkan temuan penelitian untuk sains dan masyarakat.

Keuntungan Menggunakan Open Knowledge Maps

Dinukil dari situs resminya, aplikasi ini menawarkan beberapa keuntungan diantaranya adalah:

  1. Lebih mudah untuk mendapatkan gambaran umum tentang topik penelitian

Peta pengetahuan memberikan gambaran cepat terhadap suatu topik yang akan diteliti dengan menunjukkan area utama dengan sekilas, dan dokumen yang terkait dengan area. Hal ini akan memudahkan para peneliti untuk mengidentifikasi beragam informasi yang berguna dan memiliki relevansi.

  1. Melakukan Identifikasi konsep yang relevan

Salah satu pekerjaan tersulit ketika memulai sebuah bidang penelitian adalah mempelajari “bahasa” suatu bidang penelitian tersebut. Open Knowledge Maps memudahkan dalam melabeli area penelitian dengan konsep yang relevan.

  1. Melakukan pengelompokan

Fitur pengelompokan dokumen serupa memudahkan identifikasi konten yang relevan saat peneliti mencari istilah yang ambigu, atau pada saat ingin mengidentifikasi konten dari satu disiplin ilmu dalam bidang multidisipliner.

  1. Menemukan konten terbuka

Open Knowledge Maps menyajikan peta pengetahuan yang mencakup dokumen dengan akses tertutup dan terbuka. Sebagian besar dokumen akses terbuka dapat dibaca dari dalam antarmuka. Jika tidak dapat membacanya, teks lengkapnya dapat diakses hanya dengan sekali klik.

Langkah menggunakan Open Knowledge Maps

Pada bab ini akan dijelaskan bagaimana langkah menggunakan Open Knowledge Maps.

  1. Mengunjungi situs resminya

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengunjungi situs resminya di alamat openknowledgemaps.org 

Berikut adalah tampilan beranda dari Open Knowledge Maps.

Halaman ini terdapat mesin pencari dengan 2 pilihan berupa PubMed dan BASE. Kita bisa melakukan pencarian yang relevan sesuai dengan kebutuhan.

  1. Melakukan Searching

Tahap kedua adalah melakukan searching seperti pada contoh. Kita akan mencoba menggunakan kata kunci “climate change: AND impact

Hasil dari pencariannya adalah sebagai berikut.

  1. Membaca mapping dari Open Knowledge Maps

Setelah berhasil melakukan pencarian, kita bisa mulai membaca dan mengidentifikasi mapping. Pertama-tama kita coba klik pada salah satu lingkaran yang disajikan oleh Open Knowledge Maps seperti gambar berikut.

Lingkaran yang saling beririsan menandakan bahwa artikel memiliki keterkaitan. Sedangkan yang dalam satu area lingkaran maka tanda tombol hijau dengan gambar gembok terbuka artinya artikel tersebut bersifat terbuka, dapat dibaca langsung dan diunduh. Sedangkan yang tanpa tanda tersebut hanya bisa disitasi. 

Selanjutnya kita bisa memilih salah satu artikel yang ingin dipelajari lebih lanjut. Tombol hijau berlabel “PDF” dapat kita klik untuk membaca dokumen pdf-nya.

Setelah itu, tampilannya akan menampilkan file pdf-nya. Kita bisa membacanya langsung maupun mengunduh atau mencetaknya.

  1. Mendokumentasikan hasil mapping

Tahapan terakhir adalah mendokumentasikan artikel yang sudah didapatkan. Catatlah masing-masing judul dalam satu lingkaran yang sama ataupun yang saling beririsan. Selanjutnya identifikasi mendetail pada setiap artikel baik itu abstrak, rumusan masalah, metode, analisis hasil, dan hasil penelitian. Lakukan studi komparasi terhadap kemiripan dan perbedaan yang terdapat pada artikel. Dengan pendekatan ini kita akan menemukan masalah yang belum terselesaikan, ataupun masalah baru yang tersentuh.

Demikian cara jitu dalam mencari research gap, tentunya ujung tombak sebuah penelitian adalah kemampuan membaca narasi dan analisis yang baik dari seorang peneliti. Hal ini akan semakin tajam ketika seseorang memiliki jam terbang lebih. Bagaimanapun, Open Knowledge Maps hanyalah sebuah alat, selanjutnya dikembalikan kepada kemampuan masing-masing peneliti. Namun demikian semoga tulisan yang ringan ini dapat membantu kita dalam menentukan research gap.

Similar Posts

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *