PELATIHAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN IBNU ABBAS SRAGEN

Pendidikan memang menjadi salah satu acuan kualitas atau kemajuan suatu negara. Negara akan maju jika pendidikan dari segala lini terselenggara dengan baik. Begitu juga dengan kaum muslimin, jika ingin maju maka harus sangat memperhatikan pendidikan dari tingkat dini hingga lanjut. Salah satu bagian dari pendidikan yang baik adalah metode atau sistem pendidikan yang baik dan sesuai.

Dengan perkembangan zaman sekarang ini, metode audio-visual dapat diterapkan melalui alat – alat elektronik yang menunjang, seperti laptop, proyektor, dan perangkat lainnya yang ada. Cara atau metode yang sesuai dengan siswa dapat diramu dengan baik melalui media pembelajaran yang menarik dan mengena.

Meskipun demikian, sebagian pengajar dari sekolah – sekolah islam belum optimal dalam menggunakan alat – alat yang sudah tersedia di sekolah tersebut. Oleh karena itu, sangat penting diadakan Pelatihan Teknologi Pendidikan.

Alhamdulillah telah terlaksana pelatihan teknologi pendidikan yang diselenggarakan oleh KIPMI (Komunitas Ilmuan dan Profesional Muslim Indonesia) yang bertempat di Pondok Pesantren Ibnu Abbas Sragen pada tanggal 15 September 2016 yang meliputi : presentasi (Microsoft Powerpoint), image editing (Paint), audio editing (Audacity), dan video editing (Movie Maker). Tim pelatih dari KIPMI adalah mahasiswa UGM yaitu Saudara Muhammad Qodar (Teknik Elektro UGM), Saudara Muhammad Hanifan (Teknik Elektro UGM), Saudara Ahmad Hasan As’ari (FISIKA UGM), didampingi oleh Sekretaris KIPMI Amrullah Akadhinta.

Pada pelaksanaannya, peserta pelatihan dibagi menjadi dua kelompok. Yaitu kelompok dasar dan lanjutan. Hal ini bertujuan agar materi yang disampaikan sesuai dengan kapasitas peserta. Metode pelatihan yang digunakan adalah penjelasan teori kemudian langsung praktik. Sehingga pada saat pelatihan semua peserta harus bisa menghasilkan karya berupa file presentasi, image, audio, maupun video yang sudah diedit. Setiap peserta juga diberi penjelasan mengenai pola pikir atau semacam peta konsep untuk dapat menuangkan inspirasi ke dalam media yang ada.

14393855_10205607050450239_1710744245_o 14339225_10205607050170232_1910092987_o

Meskipun setiap kelompok memiliki kapasitas yang berbeda kami mencoba menerapkan metode pelatihan yang sesuai dengan mereka. Misalnya pada kelompok dasar, peserta harus dituntun dan dijelaskan secara pelan – pelan serta diberi materi yang sesuai dengan kapasitas mereka. Sebagai contoh pada sesi pelatihan presentasi, peserta dijelaskan mengenai konsep powerpoint yang baik, cara menuangkan imajinasi ke dalam setiap slide, mengatur latar-belakang (background), memasukkan teks, gambar, audio, dan video kemudian mengaturnya. Berbeda halnya dengan kelompok lanjut, peserta diberi materi mengenai hyperlink, animasi, dan mengedit audio dan video di dalamnya.

14408009_10205607050050229_357281470_o14393991_10205607050010228_1285578424_oKemudian pada sesi audio & video editing semua peserta dijadikan satu kelompok karena kapasitas mereka mengenai hal tersebut hampir sama. Pada pelatihan audio editing, para peserta diberitahu dan diajak menerapkan cara menghilangkan noise, memotong dan menyisipkan file audio serta mengatur efek yang sesuai dengan audio tersebut sehingga terdengar dengan baik. Sedangkan pada video editing, para peserta diberitahu dan diajak menerapkan cara menambahkan teks dan audio, memberikan terjemahan (subtitle), memotong dan menyisipkan file video, dan membuat video dari gambar – gambar yang ada.

14329282_10205607049810223_1031502585_o

Demikian sedikit cerita dibalik Pelatihan Teknologi Pendidikan yang KIPMI selenggarakan, kami berdoa dan berharap kepada Allah ‘azza wa jalla supaya sedikit khidmat kami ini bisa bermanfaat bagi Pondok Pesantren Ibnu Abbas Sragen khususnya dan menjadi inspirasi dan semangat bagi sekolah islam maupun pondok pesantren di seluruh penjuru negeri ini.