Kajian Kepemimpinan Pemuda Muslim #6 “Competitive Landscape Of Freshgraduates”

Dewasa ini banyak dari lulusan mahasiswa S1 yang mengeluhkan sulitnya mendapat pekerjaan. Padahal 4 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk dihabiskan menimba ilmu di dunia perkuliahan. Untuk mengantisipasinya perlu diadakan kajian mengenai kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa agar kelak ketika lulus mudah untuk mendapat pekerjaan. Berjalan dari pemikiran tersebut, Pesantren Mahasiswa (Pesma) de Muttaqin di bawah naungan KIPMI (Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia) kembali menyelenggarakan Kajian Kepemimpinan Pemuda Muslim KKPM #6.

Kajian ini dimulai setelah salat Subuh dan berlangsung di Pesma de Muttaqin (Sleman) bertepatan pada hari Jum’at (29/3/19). Orang yang diberi amanah untuk menyampaikan materi kali ini adalah Andi Hakim Kusuma. Beliau adalah lulusan S1 UGM dan telah menyelesaikan studi S2 di Arab Saudi. Saat ini beliau bekerja di perusahaan nasional Telkom Indonesia. Mas Andi selaku pemateri memaparkan presentasi dengan tema “Competitive Landscape of Electrical Engineering Undergraduates”. Materi yang disampaikan cukup dapat mengubah pola pikir peserta –terkhusus mahasiswa yang hadir- tentang kehidupan di dunia perkuliahan dan kehidupan pascasarjana. Hal ini karena materi didasarkan pada pengalaman beliau atas kehidupan di dunia perkuliahan yang telah beliau jalani, ditambah dengan analisis beliau terhadap daya saing lulusan mahasiswa terutama di Asia Tenggara.

Diantara materi yang beliau sampaikan antara lain adalah gambaran mengenai seperti apa global mindset, mencakup didalamnya indeks kapabilitas untuk dapat bertahan di tengah persaingan di dunia global. Selain itu dipaparkan pula hal yang sangat penting untuk diketahui, yaitu kualifikasi dari professional ASEAN.  Untuk mencapai kualifikasi tersebut, setiap lulusan mahasiswa perlu memiliki lisensi dan sertifikat, pengalaman kerja, pendidikan dan pelatihan. Beliau juga memberi tahu kepada kita seperti apa ASEAN competitive landscape. Pesaing-pesaing kita sekarang bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara. Sebagai penutup, beliau berpesan kepada peserta yang hadir untuk fokus terhadap kebutuhan masyarakat. Sehingga kelak kita dapat mudah “pivot” dalam bekerja. Maksudnya bahwa dimanapun kita berada, kita mudah untuk mendapat pekerjaan karena senantiasa mampu memberikan andil yang positif untuk pekerjaan itu.

Diharapkan dengan terlaksananya KKPM #6 ini akan mengubah mindset para pemuda muslim saat ini yang kebanyakan ingin berada pada zona nyaman saja. Dengan mengubah mindset pemuda saat ini maka semoga akan terlahir pemuda-pemuda muslim yang kreatif dan cerdas dan mempunyai persiapan yang matang untuk menghadapi dunia pekerjaan setelah menempuh jejang perkuliahan.