Kajian Kepemimpinan Pemuda Muslim #5 “Mengenal Madu dan Manfaatnya”

Sleman (28/3/19)– Pesantren Mahasiswa de Muttaqin dibawah naungan KIPMI (Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia) kembali menyelenggarakan Kajian Kepemimpinan Pemuda Muslim #5 yang diadakan di Pesantren Mahasiswa de Muttaqin. Kali ini kami kedatangan seorang tamu istimewa yaitu seorang dosen Universitas Indonesia, beliau adalah Ustadz Dr. Eng. Muhammad Sahlan, S.Si, M.Eng. Beliau merupakan salah satu anggota KIPMI dan berprofesi sebagai dosen di Universitas Indonesia. Selain dosen, beliau juga memiliki amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pelatihan Asosiasi Pelebahan Indonesia. Oleh karena kompetensi beliau di bidang pelebahan, kajian kepemimpinan kali ini memiliki tema yang cukup unik yakni “Mengenal Madu dan Manfaatnya”.

Kajian kepemimpinan yang dipaparkan oleh Ustadz Sahlan – begitu beliau sering disapa – berlangsung pada Kamis (28/3/19) malam. Kajian dibagi menjadi 2 sesi yaitu penyampaian materi dan tanya jawab. Kajian ini berjalan cukup baik dan komunikatif karena antusiasme dari peserta akan materi yang disampaikan yaitu bidang pelebahan cukup tinggi. Pasalnya di zaman sekarang ini seringkali dijumpai penjual madu di seluruh Indonesia, baik yang berjualan secara online maupun onsite. Namun masyarakat masih merasa sulit untuk memilih madu yang benar-benar murni dan baik untuk dikonsumsi. Pada sesi pertama, materi yang disampaikan cukup komprehensif. Bukan hanya mengenai madu, tetapi juga bagaimana asal mula madu dapat tercipta dijelaskan secara rinci oleh Ustadz Sahlan. Perlu diketahui bahwa terdapat 3 jenis hewan penghasil madu yakni lebah, tawon, dan kelulut. Untuk menghasilkan madu, ketiga hewan tersebut membutuhkan bahan alami yang terdiri dari cairan manis (nektar), polen yakni serbuk sari, dan getah untuk menghasilkan royal jelly.  

Pada sesi kedua terujar pertanyaan dari salah seorang peserta terkait dengan madu yang sedang viral di media sosial, yaitu memakan madu beserta sarangnya. Pertanyaan muncul karena masih dipertanyakan dari sisi kesehatan apakah dibenarkan madu dikonsumsi beserta sarangnya dan apa manfaat dari memakan sarang madu. Ustadz Sahlan pun menjawab bahwa memang diperbolehkan memakan sarang madu karena memang sarang madu terbuat dari bahan yang alami dan aman untuk dikonsumsi. Namun, tentu dengan porsi sewajarnya karena sarang madu akan sulit dicerna oleh tubuh. Apabila terlalu banyak dikonsumsi justru sarang madu dapat menjadi sumber penyakit. Di akhir acara Ustadz Sahlan memberikan tips kepada peserta untuk dapat mengenali madu yang murni dan yang tidak murni.

Diharapkan dengan adanya KKPM secara berseri ini akan menambah wawasan para peserta kajian yang mengikuti kajian ini terkhusus santri-santri Pesantren Mahasiswa de Muttaqin. Semoga santri-santri de Muttaqin kelak akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia dan dapat membawa Indonesia menjadi lebih maju.