Memilih Teman Pergaulan saat Menuntut Ilmu Syar’i

Di antara faktor penting yang turut berperan untuk membantu kita bersemangat dan konsisten dalam menuntut ilmu syar’I, baik ketika kita kuliah maupun bekerja adalah memilih teman dan lingkungan pergaulan yang baik. Dalam pepatah Arab dikatakan,

ﺍﻟﺼَّﺎﺣِﺐُ ﺳَﺎﺣِﺐٌ

 “Sahabat itu bisa mempengaruhi (menarik).” (Lihat Silsilah Ash-Shahihah, 7: 652) 

Memilih tempat tinggal (kos atau kontrakan) sangatlah penting saat kuliah. Jika kita tinggal bersama dengan sahabat yang sama-sama memiliki komitmen untuk menuntut ilmu syar’i, maka in syaa Allah, kita pun akan mengikuti mereka. Ketika kita dalam masa-masa kurang bersemangat, ada sahabat yang mengingatkan. Ketika kita malas mengikuti kajian, ada sahabat yang selalu mengajak dan memberikan motivasi. Memilih tempat kos atau kontrakan juga membantu kita untuk melaksanakan ajaran agama dengan baik. Misalnya, bersama-sama ke masjid saat waktu shalat tiba, atau larangan memasukkan teman wanita yang bukan mahram, larangan merokok, pacaran, mendengarkan musik dan sebagainya. Apalagi jika teman-teman kita tersebut sudah terlebih dulu menekuni ilmu agama, maka mereka akan berusaha membimbing dan mengarahkan kita.

Sebaliknya, jika kita tidak berhati-hati dalam memilih sahabat, kita akan terjatuh dalam pergaulan yang merusak. Cepat atau lambat, kita akan terseret dalam pola atau gaya hidup mereka yang jauh dari agama. Segeralah meninggalkan lingkungan yang buruk, dan carilah pengganti yang lebih baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang itu sesuai dengan sifat sahabatnya. Oleh karena itu, perhatikanlah siapa yang menjadi sahabat kalian.” (HR. Abu Dawud no. 4833 dan Tirmidzi no. 2378. Dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani.)

Menyadari hal ini, saat ini banyak bermunculan wisma-wisma Islami sebagai hunian yang nyaman untuk mahasiswa. Kos-kosan bukanlah hanya sebagai tempat istirahat melepas lelah selesai kuliah. Akan tetapi, kos-kosan adalah “sekolah kedua” yang ikut menempa agama kita. Apalagi jika dalam kos-kosan tersebut terdapat program hafalan Al-Qur’an dan hadits, program bahasa Arab, program kajian keislaman, dan program bermanfaat lainnya yang dikelola oleh pemilik wisma. Selain itu, orang tua pun merasa lebih aman dan nyaman ketika anaknya tinggal di wisma seperti ini, dibandingkan jika tinggal di kos-kosan tanpa pengawasan.

***


Disempurnakan di sore hari, Rotterdam NL 10 Dzulqa’dah 1438/2 Agustus 2017

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim