Mengenal Cuaca dan Iklim

Beberapa tahun terakhir ini cuaca dan iklim menjadi salah satu fenomena alam yang sering menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah. Hal ini dikarenakan cuaca buruk dan iklim ekstrem sering menjadi penyebab jatuhnya pesawat, kegagalan panen, dan rusaknya sejumlah fasilitas umum. Namun, masyarakat masih sering rancu dalam menggunakan istilah cuaca dan iklim. Banyak yang belum tahu bahwa keduanya adalah hal yang berbeda.

Lantas, apakah yang membedakan antara cuaca dengan iklim? Secara ringkas, cuaca adalah keadaan atmosfer pada suatu waktu dan tempat tertentu. Ilmu yang mempelajari tentang cuaca disebut meteorologi. Sementara itu, iklim adalah keadaan rata-rata dari cuaca. Ilmu yang mempelajari tentang iklim adalah klimatologi. Dalam buku Meteorology Today yang ditulis oleh Ahrens disebutkan bahwa cuaca dan iklim memiliki beberapa unsur:

  1. Suhu udara, yang menunjukkan derajat panas atau derajat dingin udara.
  2. Tekanan udara, yaitu gaya berat udara yang bekerja pada sebuah luasan wilayah.
  3. Kelembapan, ukuran jumlah uap air di udara.
  4. Awan, sekumpulan butir air atau kristal es yang terlihat oleh mata yang berada di atas permukaan bumi.
  5. Curah hujan, air yang turun dari awan dan mencapai permukaan tanah baik dalam bentuk cair maupun padat (salju).
  6. Jarak pandang mendatar, jarak terjauh yang dapat dilihat oleh mata manusia.
  7. Angin, pergerakan udara dalam arah horizontal.

Cuaca dan iklim memiliki unsur-unsur yang sama, tetapi skala ruang dan waktunya berbeda. Cuaca mencakup skala ruang yang sempit dan waktu yang relatif pendek, sedangkan iklim mencakup skala ruang yang lebih luas dan waktu yang panjang.
Dalam bukunya yang berjudul Climate and Weather Explained, Linacre dan Geerts memberikan pengertian cuaca dan iklim yang lebih definitif. Cuaca didefinisikan sebagai kondisi yang terjadi pada beberapa jam tertentu di area tertentu dengan luas sekitar 30 km2, sedangkan iklim adalah karakteristik atmosfer pada sebuah wilayah yang didapat dari data pengamatan selama 30 tahun atau lebih.

Untuk mempermudah pemahaman mengenai cuaca dan iklim dapat kita lihat contoh pernyataan di bawah ini.

Pernyataan cuaca:

  1. Kemarin terjadi hujan lebat di daerah Glodok.
  2. Nanti sore cuaca diprakirakan cerah.
  3. Saat ini sedang terjadi hujan es di kawasan Puncak.

Pernyataan iklim:

  1. El Nino tahun ini akan mengakibatkan kemarau panjang.
  2. Menurut klasifikasi Oldeman, wilayah Aceh didominasi tipe iklim A1.
  3. Tahun ini sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan memasuki musim hujan pada pertengahan bulan Oktober.

Di negara-negara maju, informasi cuaca dan iklim telah banyak dimanfaatkan dalam bidang transportasi, pertanian, ekonomi, kesehatan, dan manajemen bencana. Di Indonesia, pemanfaatan informasi cuaca dan iklim masih berfokus untuk keperluan penerbangan, pelayaran, dan pertanian.

Di Indonesia institusi yang bertanggung jawab mengeluarkan informasi cuaca dan iklim adalah BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yang berpusat di Kemayoran, Jakarta Pusat. Setiap hari BMKG merilis informasi prakiraan cuaca berupa prakiraan keadaan cuaca dan prakiraan suhu udara di beberapa kota di Indonesia. Adapun informasi iklim yang berupa monitoring hari tanpa hujan berturut-turut, analisis dan prakiraan curah hujan dan sifat hujan bulanan, dan peta prakiraan daerah rawan banjir dirilis setiap bulan. Rilis informasi cuaca dan iklim yang berupa analisis dan prakiraan dapat diakses di website http://www.bmkg.go.id.

Penulis:

Arif Nurhidayat, alumnus D3 Meteorologi di Akademi Meteorologi dan Geofisika Jakarta. Saat ini bekerja sebagai Pengamat Meteorologi dan Geofisika di Stasiun Klimatologi Indrapuri, Aceh, dan Alumnus pendidikan S1 di Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Pernah mengikuti beberapa diklat dan workshop yang diselenggarakan oleh BMKG.