Rintisan Kerjasama KIPMI Dan The Habibie Center

Pertemuan antara Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) yang diwakili ketua KIPMI Sri Darma Krida dengan The Habibie Center (THC) yang diwakili Direktur Operasional Ir. Hadi Kuntjara, M.Eng.Sc telah berlangsung pada Senin, 7 Maret 2016 di kantor THC, Jakarta Selatan. Pertemuan ini merupakan pertemuan untuk pertama kalinya bagi kedua organisasi yang bergerak pada bidang yang sama yakni teknologi, sosial dan sains.

Ditemui setelah acara, Sri Darma Krida mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan suatu awal yang baik untuk menyusun rencana-rencana kedepan dalam rangka memberikan sumbangan positif bagi Indonesia. Alumni Universitas Gajah Mada ini juga mengatakan bahwa diskusi yang berlangsung selama 2 jam tersebut lebih menitikberatkan pengenalan potensi masing-masing organisasi, serta meninjau aspek-aspek yang dapat disinergikan oleh kedua pihak.

habibie-center-2

“Saya melihat, dengan komposisi anggota KIPMI serta para peneliti THC, tidak menutup kemungkinan kita untuk dapat bekerjasama dalam satu riset atau lebih. Kemudian, KIPMI yang rata-rata anggota berusia 20 an tahun hingga 40 tahun, dapat mengambil peran didalam memberikan masukan serta terlibat langsung dalam “Talking Asean”, sebuah diskusi yang ditaja oleh THC bagi kemajuan ASEAN itu sendiri”, beliau menjelaskan lebih lanjut.

Apakah pihak THC bertanya secara spesifik mengenai asas KIPMI, yakni Al Qur’an dan Sunnah diatas pemahaman para Salafusshalih? Ketua KIPMI mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan asas KIPMI. “Tidak ada masalah. Saya katakan kepada pak Hadi bahwa ini adalah sebuah kelebihan, ketika para ilmuwan berpegang teguh pada nilai-nilai agama (Islam tentunya). Mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam, jadi wajar saja jika Islam menjadi asas dan patokan. Dan saya juga sampaikan ke beliau Islam itu membawa kebaikan bagi alam semesta. Tentunya kita berdoa agar pertemuan ini membawa kita pada kesepakatan untuk memperbaiki keadaan negeri ini”.

Semoga.