Reportase Kajian Kepemimpinan Pemuda Muslim (KKPM)

Oleh : Janu Muhammad  (Alumni S2 Human Geography, University of Birmingham UK & Co-Founder Jawara Edu Training and Consulting )

Hari/tanggal : Selasa, 30 Oktober 2018

Pukul : 20.30-21.30

Tempat : Pesantren Mahasiswa DeMuttaqin

Judul : Menjadi Pemuda Muslim Berkarakter & Berprestasi

 

Ilmu merupakan salah satu hal penting untuk kita miliki dalam menjalani kehidupan. Tanpa ilmu, kita tidak akan bisa menjalani kehidupan sebagaimana mestinya dengan baik. Begitu juga yang seharusnya dilakukan seorang muslim. Seorang muslim hendaknya lebih giat dalam mencari ilmu, terutama ilmu syar’i agar dapat menjalankan kehidupan di dunia ini sesuai dengan ketetapan Allah SWT.

Pada saat sekarang ini, kita melihat pendidikan , baik ilmu umum maupun ilmu syar’i, yang ada Indonesia belum mampu menyamai kualitas keilmuan yan ada di luar negeri sehingga banyak dari pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikan mereka di luar negeri. Khusus untuk saudara-saudara kita sesama muslim, banyak dari mereka yang belum dibekali ilmu agama dengan baik ketika mereka akan menuntut ilmu ke luar negeri, terutama ke Eropa dan Amerika. Akibatnya, banyak dari saudara kita ketika kembali dari sana mempunyai pemahaman yang lebih bebas dan semakin jauh dari nilai Islam.

Kejadian seperti yang telah dipaparkan di atas membuat kita semakin khawatir ketika akan menuntut ilmu ke negeri Eropa, Amerika, dan negeri-negeri dengan masyarakat mayoritas non muslim lainnya. Meskipun ada beberapa saudara kita yang terpengaruh budaya negara barat sana, tetapi masih terdapat beberapa orang yang mampu memegang teguh Imannya walaupun berada di dalam sebuah negara mayoritas masyarakat non muslim dan salah satunya adalah Mas Janu Muhammad

Pada Selasa, 30 Oktober 2018, Alhamdulillah Mas Janu Muhammad berkesempatan diundang oleh KIPMI untuk mengisi Kajian Kepemimpinan Pemuda Muslim (KKPM) di Pesantren Mahasiswa DeMuttaqin dengan judul kajian “Menjadi Pemuda Muslim Berkarakter & Berprestasi”.

Mas Janu merupakan seorang putra asli Sleman. Beliau merupakan Co-Founder Jawara Edu Training and Consulting. Beliau terakhir menempuh pendidikan S2 jurusan Human Geography di Universitas Birmingham, Inggris. Selain itu, beliau juga pernah beberapa kali diberi kesempatan untuk ke luar negeri, diantaranya kuliah singkat di Belanda, pertukaran pemuda ke USA, dan mengikuti konferensi di Australia. Namun, di antara semua pengalamannya ke luar negeri, kuliah S2 di Inggris lah yang merupakan masa paling lama beliau tinggal di negara dengan mayoritas masyarakat non muslim.

Ada beberapa pelajaran yang beliau sampaikan mengenai pengalamannya kepada santri Pesantren Mahasiswa DeMuttaqin. Ketika seoarang muslim ingin menuntut ilmu ke luar negeri, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk menjaga Iman kita ketika menghadapi budaya-budaya yang tidak baik dari negara yang akan kita tuju. Hal yangharus dipertingkan tersebut adalah

  1. Ketika kita akan ke luar negeri , maka persiapkan ilmu dengan matang terutama ilmu agama
  2. Kita harus punya prioritas utama, paling esensial adalah jangan sampai meninggalkan sholat berjamaah
  3. Pertimbangan utama dalam mencari tempat tinggal adalah mencari mesjid terdekat dengan tempat tinggal kita
  4. Pastikan kita berada di lingkungan yang mendukung, khususnya berada di komunitas orang-orang muslim
  5. Ketika bertemu dengan orang-orang muslim dari negara manapun, mereka adalah saudara kita
  6. Saat di luar negeri, jangan hanya berkumpul dengan orang-orang muslim dari Indonesia saja. Berkumpullah dengan orang-orang muslim dari seluruh penjuru dunia yang ada di sana karena itulah dakwah yang sebenarnya
  7. Menjadi lebih detail dan organize dalah semua kegiatan agar kita tidak kehilangan hak-hak kita
  8. Pertemuan pertama dengan masayarakat lokal di negara-negara barat merupakan suatu yang menentukan. Jika kita menolak suatu ajakan dengan tegas (seperti: ajakan pesta barbeque), maka mereka kita tidak akan diajak lagi
  9. Tidak ada kompromi dengan hal-hal yang bersifat syubhat
  10. Niatkan ketika kita kuliah ke luar negeri untuk kembali ke Indonesia untuk membangun negeri kita karena di Indonesia masih banyak membutuhkan ilmuwan untuk membangun bangsa dan dengan hal tersebut kita bisa mendakwahkan Islam sesuai dengan bidang keilmuwan kita
  11. Ingat, tidak semua orang di luar negeri tersebut mau menerima Islam karena adanya isu Islamophobia. Maka dari itu, dakwahkanlah Islam dengan kelembutan

Selain itu, ada beberapa hal yang harus menjadi bekal untuk Pemuda Muslim:

  • Ilmu agama
  • Berdakwah dan mengajarkan ilmu (edukasi) kepada masyarakat
  • Bersabar atas dakwah yang dilakukan
  • Bertaqwa kepada Allah SWT
  • Senantiasa menyucikan jiwa
  • Berkumpul dengan orang sholeh
  • Menjadi teladan di tengah masyarakat
  • Bangga dengan Agama Islam, menyelisihi orang-orang kafir
  • Sehat jasmani dan rohani